Oleh: smkn1tkn | Mei 27, 2008

MANA YANG LEBIH DAHULU , ILMU SYAR’I ATAU ILMU DUNIA ??

Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i ditanya :

Apakah kita mencukupkan dengan ilmu syar’i saja? Dalam keadaan manusia mengatakan bahwa saat ini kita berada di Zaman modern ?.

Beliau menjawab :
Yang wajib untuk kita mulai pelajari adalah ilmu syar’i sebelum ilmu-ilmu yang lain, karena ini adalah ilmu yang Allah wajibkan kepada kita untuk mempelajarinya sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam :

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya : “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (Al-Hadits)

Apabila engkau ingin melakukan sholat sebagaimana sholatnya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam maka belajarlah ilmu syar’’i sebelum engkau mempelajari ilmu kimia atau fisika ataupun yang lainnya , maka belajarlah ilmu syar’i , engkau akan mengetahui bagaimana sholatnya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam, ,begitu juga jika engkau ingin menunaikan ibadah haji. engkau akan mengetahui bagaimana hajinya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam ataupun apabila engkau ingin membayar zakat atau ingin berdagang, maka belajarlah hukum –hukum yang berkaitan dengan jual beli ,dan juga yang “paling penting” yaitu perkara-perkara aqidah , ini semua di pelajari sebelum engkau mempelajari ilmu kimia , fisika ataupun ilmu-ilmu yang lainnya.
Setelah engkau mempelajari apa yang bermanfaat untuk akhiratmu serta engkau telah mengetahui akidah yang benar maka tidak mengapa bagimu mempelajari ilmu – ilmu yang engkau inginkan dari ilmu-ilmu yang diperbolehkan.
Akan tetapi jika Allah telah memberi taufiq dan keteguhan di hatimu serta rasa cinta terhadap ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu kitabullah dan sunahnya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam maka hendaknya engkau terus mempelajarinya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam bersabda:

من يريد الله به خير يفقهه فى الدبن

Artinya : “Barang siapa yang allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama”

dan juga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ , أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ

Artinya : “Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi. Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Robbmu, dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”

Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman :

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Artinya: “Mereka Hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka lalai tehadap akhirat” (QS. Ar-Rum: 7)

Kaum muslimin itu lebih membutuhkan ulama, adapun setelah itu jika engkau ingin mempelajari ilmu kedokteran ,keterampilan ataupun yang lainnya maka tidak mengapa,bukan kami ini mengharamkan kepada manusia apa yang Allah halalkan untuk mereka ,akan tetapi perlu di ketahui bahwa kaum muslimin lebih membutuhkan orang yang mengajarkan kepada mereka agama ini ,agama yang bersih murni sebagaimana datang dengannya Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam , mereka lebih membutuhkan yang ini dibandingkan kebutuhan mereka terhadap insinyur, dokter, jenderal atapun yang lainnya, apabila Allah telah mudahkan kaum muslimin dengan adanya ulama,niscaya seluruh syariat-syariat Allah akan mudah sampai kepada kaum muslimin, apa yang kita harapkan dari para dokter sedang di sana banyak dari kaum muslimin yang yang tidak bisa membedakan antara alim dan peramal atau dukun ,dan apa yang kita harapkan dari para insinyur dalam keadaan di sana banyak dari kaum muslimin yang tidak bisa membedakan antara syuyu’i dan sunny.
Wahai saudaraku seagama , masyarakat saat ini berada dalam kebodohan. Mereka butuh terhadap ulama yang menjelaskan kepada mereka syariat Allah dan menyeru kepada kitabullah dan sunah Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam .
Adapun keberadaan kita di zaman modern sebagaimana kata manusia, secara kenyataan ini adalah zaman yang rusak, hendaknya kita itu berlaku adil, apakah kita itu berada di zaman yang modern ataukah di zaman rusak .
Saudara-saudaraku seagama, dahulu di zaman badu albadiyah di zaman nabi Sholallahu alaihi wassallam dan juga zaman setelah nabi Sholallahu alaihi wassallam ada yang berkata menyangka bahwa anak perempuan ‘alim fulan akan keluar dengan tidak berhijab (telanjang),Dia akan meneruskan studinya ke rusia atau inggris atau ke negeri yang lainnya, tidak terbetik di hati kita wahai sudaraku seagama, apakah di zaman dahulu ada seorang muslim yang merusak agama Allah? Jawabnya tidak , dahulu mereka apabila ada yang menasehati atau memperingatkan mereka, maka mereka menangis , mereka (orang yang dinasehati) tidak mencela atau mengatakan dia itu adalah wahabi karena dia bekerja untuk pemerintah Saudi atau dia itu adalah seorang antek-antek Amerika ataupun perkataan-perkataan yang lainnya.
Adapun sekarang dengan sebab subhat-subhat yang di gembor-gemborkan oleh musuh-musuh islam akhirnya para da’i-da’i Allah itu tertuduh dengan tuduhan-tuduhan yang macam-macam. Dan juga apakah dahulu minuman keras itu di datangkan dari Amerika ke negeri muslimin ? jawabnya ya, ke negeri muslimin semuanya tanpa terkecuali, Ya Allah, kecuali Saudi dan juga Yaman , mereka masuk dengan sembunyi-sembunyi mengatasnamakan Hotel .
Yang jelas kita saat ini berada di zaman yang rusak dalam masalah akhlak, apa gunanya apartement-apartement yang tinggi dan juga pesawat yang bisa membawa kita pergi “Masya Allah” dari sini ke mekkah dalam tempo satu jam atau dari sini ke mesir dalam tempo dua jam, akan tetapi untuk apa semua ini ?? sedang kita berada dalam ketakutan dari Amerika dan Rusia , kapan saja di hentikan bantuan bisa jadi kaum muslimin akan saling memakan di antara mereka sendiri, Apakah kita di zaman yang modern ataukah di zaman yang hancur ?!!
Kenyataan yang ada , kita saat ini bukan berada di zaman modern akan tetapi di zaman yang rusak parah, duhai seandainya kita kembali ke zamannya shohabat Radiyallahu’anhum, kita ucapkan selamat datang rasa lapar. Demi Allah, kita ucapkan selamat datang rasa lapar, sepotong roti yang keras di rendam dengan susu atau di makan dengan air putih ataupun dengan beberapa butir kurma tetapi engkau keluar dalam keadaan engkau itu mulia terhormat.
Adapun kehidupan yang seperti itu {modern} dengan apa ? hampir seperempat dari masyarakat itu gila,mana yang namanya modern? yang ini gila karena khot ”tumbuhan yang memabokan” dan yang ini gila karena mabuk dan yang lain gila karena memiliki ambisi bisnis , duduk semalam suntuk tidak bisa tidur memikirkan bisnisnya , sedang yang lain gila karena dikekang oleh kabilah .
Intinya , kita tidak bisa menipu diri kita sendiri , (aku terkadang menipu diriku sendiri dan merasa terhibur) tidak boleh bagi kita untuk menipu diri kita sendiri , kita saat ini berada di zaman yang rusak parah, akan tetapi Alhamdulillah di sana ada pembimbing , bukanlah yang dimaksud adalah penguasa atau pemimpin , akan tetapi para ulama yang dengannya islam dan muslimin itu membaik, yang dengan inilah Amerika dan Rusia menjadi takut.
Demi Allah, Amerika dan Rusia itu tidak merasa takut dengan tank-tank dan senjata-senjata kita, karena mereka tidak akan memberikan sesuatu kepada kita yang bisa membahayakan diri mereka sendiri, tidaklah mereka memberikan sesuatu kepada kita kecuali mereka mempunyai yang lebih bagus , mereka tidak takut dengan pesawat-pesawat kita, tapi mereka takut kepada kalian wahai orang-orang yang selalu menjaga sholatnya , kembalilah kalian ke syariat Allah , bersungguh-sungguhlah kalian dalam mempelajari ilmu yang bermanfaat ini, sebarkanlah syariat-syariat Allah dan bersungguh-sungguhlah dalam berdakwah.
Hati-hatilah kalian wahai ahlussunah dari fitnah yang terfitnah dengannya anak-anak sekolah, mereka tertipu dengan ijazah , setelah menyelesaikan pendidikan di SMA terkadang mereka telah tumbuh jenggotnya, setelah itu mereka meneruskan ke universitas. Maka kata mereka, “teruskan belajarmu ke Rusia atau Amerika”, maka kalian kalian wahai ahlussunah bertaqwalah kepada Allah dalam menjaga dakwah ini , apabila kalian ingin di beri barokah oleh Allah pada ilmu-ilmu kalian maka hendaknya kalian membagi waktu kalian untuk menuntut ilmu, berdakwah dan waktu untuk menulis kitab. Adapun duduk-duduk santai sebagaimana anak sekolah , maka hal seperti itu tidak sepantasnya
Semoga Allah memberi barokah kepada kalian.

Dinukil Dari : Ijabatus Sa’il, Karya Syaikh Muqbil bin Hady


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: