PROFIL

Personil SMKSMK Negeri 1 Takengon berdiri sejak tahun 1962, bermula keberadaannya dari SMA Swasta Laut Tawar dan di Negerikan pada tanggal 25 Nopember 1963 dengan Nomor Statistik Sekolah 341060502001, atas kebijasanaan Pemerintah pada tahun 1994 melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berubah nama menjadi SMK Negeri 1 Takengon bidang Bisnis dan Manajemen.

Sekolah ini adalah sekolah kejuruan yang pertama di Aceh Tengah , dengan luas lahan 2996 m2 yang juga dikelilingi pagar permanen sepanjang 760 m . Bangunan fisik pada awalnya merupakan bangunan setengah permanen yang memanjang di sebelah barat berbentuk bendeng, sebagian besar papan, kayu dan atap seng berasal dari bekas bangunan pabrik the peninggalan Belanda dari Pondok Baru Janarata. Pada Tahun 1984-1990 Pemerintah telah menambah bangunan disebelah utara dan timur berupa bangunan permanen sebanyak 9 lokal. Dan perubahan fisik yang luar biasa dilakukan pada tahun 1996-1998. Pemerintah melalui Dikmenjur merobah total seluruh bangunan yang ada sehingga saat ini seluruh gedung adalah permanen dan sebahagian besar bertingkat.

Sepanjang keberadaannya Sekolah ini telah dipimpin oleh 6 orang Kepala Sekolah yang difinitif yaitu :

1. Yacob Umar (alm) tahun 1963-1975
2. M. Hasan Yacob (alm) tahun 1975-1980
3. M. Isa Ahmad , BA (alm) tahun 1980-1990
4. K. Ginting, BA (pindah ke Medan karena pensiun) tahun 1990-1999
5. Ismaddin Ismail, SE . tahun 1999-2001
6. Ir.H. Usman , MM tahun 2001 sampai sekarang

Lulusan SMK Negeri 1 Takengon pada Tahun 1964 sebanyak 24 orang , 4 diantaranya perempuan, sejak keberadaanya sekolah ini telah menghasilkan tamatan sebanyak 5853 orang, yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan daerah-daerah lain dengan berbagai sektor kehidupan.

VISI SMK Negeri 1 Takengon :

Menjadi lembaga pendidikan dan latihan bidang Bisnis Manajemen dan Pariwisata bertaraf Internasional dan menjadi SMK Model bagi SMK lainnya.

 Misi SMK Negeri 1 Takengon :

  • Menyiapkan tamatan SMK yang terampil pada bidangnya untuk mengisi kebutuhan dunia usaha / dunia industri
  • Mengubah peserta didik dari status beban menjadi aset yang produktif
  • Meningkatkan prestasi dalam bidang ekstra kurikuler sesuai potensi yang ada ( olah raga dan seni budaya).
  • Membekali siswa yang akan mengembangkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
  • Sekolah sebagai tempat pelatihan yang terbuka untuk masyarakat umum sesuai program keahlian yang ada..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: